Rabu, 26 Maret 2025

 Membongkar Mentalitas Pragmatis: Saat Keberanian Menjadi Barang Langka



Pendahuluan: Mengapa Keberanian Langka?

Dalam masyarakat yang pragmatis, keberanian untuk berbicara dan bertindak demi kebenaran sering kali menjadi barang langka. Orang-orang lebih memilih diam dan mengikuti arus daripada mengambil risiko menghadapi konsekuensi sosial atau politik. Fenomena ini sangat terlihat di desa-desa seperti Bulakelor, Brebes, di mana banyak orang mengeluh di belakang, tetapi sedikit yang memiliki keberanian untuk bertindak. Artikel ini akan membedah bagaimana mentalitas pragmatis terbentuk, bagaimana ia digunakan untuk mengontrol masyarakat, serta bagaimana cara membangun jalan menuju keadilan dan kesejahteraan.

Mentalitas Pragmatis: Kenyamanan di Zona Aman

Mentalitas pragmatis sering kali berasal dari kebutuhan untuk bertahan hidup. Dalam sistem sosial yang tidak stabil, orang cenderung menghindari konflik dan memilih jalan yang paling mudah. Max Horkheimer dan Theodor Adorno dalam Dialectic of Enlightenment (1947) menjelaskan bagaimana masyarakat cenderung dikontrol melalui ideologi yang membuat mereka pasif. Agama, hukum, dan politik sering kali menjadi alat bagi kelompok tertentu untuk mempertahankan status quo. Akibatnya, masyarakat terbiasa dengan ketidakadilan dan menerima keadaan sebagai sesuatu yang tidak dapat diubah.

Mengapa Kebenaran Selalu Dihambat?

Michel Foucault dalam Discipline and Punish (1975) menunjukkan bahwa kekuasaan tidak hanya beroperasi secara langsung, tetapi juga melalui normalisasi perilaku dalam masyarakat. Di desa-desa yang pragmatis, seseorang yang mencoba memperjuangkan kebenaran sering kali dianggap sebagai ancaman. Mereka dituduh mencari masalah atau memiliki agenda tersembunyi. Hal ini bukan hanya terjadi di tingkat sosial, tetapi juga di ranah hukum dan politik.

Sebagai contoh, seorang pemimpin desa yang berusaha melawan korupsi justru dihambat oleh sistem yang telah lama terbentuk. Dalam konteks hukum, konsep rule of law seharusnya memastikan bahwa keadilan berlaku untuk semua, tetapi dalam praktiknya, hukum sering kali digunakan sebagai alat untuk mempertahankan kekuasaan. Hans Kelsen dalam Pure Theory of Law (1934) menegaskan bahwa hukum seharusnya bersifat netral, tetapi dalam sistem yang pragmatis, hukum sering kali dijadikan alat untuk melindungi kepentingan kelompok tertentu.

Dampak Mentalitas Pragmatis terhadap Kesejahteraan Masyarakat

Pragmatisme yang berlebihan mengakibatkan stagnasi sosial dan ekonomi. Masyarakat yang tidak berani mengambil risiko akan terus tertinggal dalam pembangunan.

  • Dalam bidang ekonomi, mereka lebih memilih bekerja sebagai buruh daripada berwirausaha karena takut gagal.
  • Dalam politik, mereka memilih untuk mendukung pemimpin yang menawarkan keuntungan jangka pendek daripada pemimpin yang memiliki visi jangka panjang.
  • Dalam hukum, mereka lebih memilih berdamai dengan ketidakadilan daripada menuntut hak mereka.

Antonio Gramsci dalam Prison Notebooks (1929-1935) memperkenalkan konsep hegemoni, di mana kelompok dominan mengendalikan pemikiran masyarakat melalui ideologi yang diterima tanpa kritik. Akibatnya, masyarakat yang pragmatis tidak menyadari bahwa mereka sebenarnya sedang dikendalikan.

Jalan Keluar: Dari Pragmatisme Menuju Keberanian

Membangun masyarakat yang lebih berani membutuhkan strategi yang melibatkan berbagai aspek, termasuk pendidikan, hukum, dan politik. Beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah:

  1. Meningkatkan Kesadaran Kritis - Paulo Freire dalam Pedagogy of the Oppressed (1968) menekankan pentingnya pendidikan kritis yang memungkinkan masyarakat memahami struktur sosial yang menindas mereka.
  2. Memperkuat Kepemimpinan yang Berani - Pemimpin yang tidak hanya menjanjikan perubahan, tetapi juga berani mengambil langkah nyata.
  3. Mereformasi Sistem Hukum - Menuntut transparansi dan keadilan dalam penegakan hukum agar tidak digunakan sebagai alat politik.
  4. Membangun Ekonomi Mandiri - Mengurangi ketergantungan pada bantuan pemerintah dan elite politik dengan mendorong wirausaha dan koperasi.
  5. Meningkatkan Partisipasi Politik - Mendorong masyarakat untuk tidak hanya menjadi pemilih pasif, tetapi juga aktif dalam politik agar kebijakan yang dibuat mencerminkan kepentingan rakyat.

Kesimpulan: Saatnya Bergerak!

Mentalitas pragmatis yang berlebihan harus dibongkar agar masyarakat dapat bergerak menuju keadilan dan kesejahteraan. Dengan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana kekuasaan bekerja melalui hukum, politik, dan ideologi, kita dapat menciptakan perubahan yang nyata. Saatnya berhenti hanya mengeluh di belakang dan mulai mengambil tindakan nyata untuk masa depan yang lebih baik.


Referensi:

  1. Horkheimer, M., & Adorno, T. (1947). Dialectic of Enlightenment.
  2. Foucault, M. (1975). Discipline and Punish.
  3. Kelsen, H. (1934). Pure Theory of Law.
  4. Gramsci, A. (1929-1935). Prison Notebooks.
  5. Freire, P. (1968). Pedagogy of the Oppressed.

 Menelusuri Jejak Manipulasi: Bagaimana Doktrin Dapat Mengontrol Masyarakat?



Pendahuluan Dalam kehidupan sosial, manusia tidak terlepas dari berbagai bentuk ajaran, norma, dan nilai yang diwariskan secara turun-temurun. Namun, di balik semua itu, terdapat doktrin-doktrin yang dikemas sedemikian rupa untuk membentuk cara berpikir dan bertindak masyarakat. Doktrin ini sering kali digunakan oleh pihak yang berkuasa untuk mempertahankan kendali atas masyarakat. Artikel ini akan mengupas bagaimana doktrin dapat menjadi alat manipulasi dan bagaimana kita dapat membangun jalan menuju keadilan dan kesejahteraan.

1. Doktrin sebagai Alat Kontrol Sosial Doktrin adalah seperangkat ajaran atau keyakinan yang diterima sebagai kebenaran mutlak tanpa dipertanyakan. Dalam banyak kasus, doktrin digunakan sebagai alat untuk mengontrol masyarakat dengan cara:

·         Membentuk pola pikir kolektif yang seragam.

·         Menciptakan batasan sosial yang sulit ditembus.

·         Menanamkan rasa takut atau harapan untuk mempertahankan kepatuhan.

Sebagai contoh, dalam sejarah berbagai peradaban, agama dan ideologi sering kali digunakan untuk mengontrol individu agar tunduk kepada otoritas tertentu. Beberapa ajaran bahkan ditekankan dengan sanksi moral atau hukum untuk memastikan kepatuhan penuh dari masyarakat.

2. Sejarah dan Pola Doktrin dalam Masyarakat Sepanjang sejarah, doktrin digunakan untuk membentuk opini publik dan kebijakan yang menguntungkan segelintir orang. Berikut adalah beberapa contoh nyata:

·         Abad Pertengahan: Gereja Katolik memiliki kekuasaan mutlak atas kepercayaan dan perilaku masyarakat Eropa. Penyimpangan dari ajaran resmi dianggap sebagai bid’ah dan dapat berujung hukuman mati.

·         Era Kolonialisme: Para penjajah menggunakan ideologi superioritas ras untuk membenarkan penjajahan dan eksploitasi sumber daya di negara-negara jajahan.

·         Modernisasi dan Kapitalisme: Media dan sistem pendidikan sering kali digunakan untuk menanamkan nilai-nilai konsumtif dan kepatuhan terhadap sistem ekonomi tertentu.

3. Strategi Manipulasi melalui Doktrin Untuk memahami bagaimana doktrin bekerja dalam mengontrol masyarakat, kita harus melihat strategi yang digunakan:

·         Penggunaan Simbolisme dan Ritual: Simbol dan ritual menjadi alat yang kuat dalam membentuk kepatuhan sosial. Contohnya adalah penggunaan bendera, lagu kebangsaan, atau perayaan keagamaan yang mengikat individu pada suatu sistem tertentu.

·         Penciptaan Musuh Bersama: Doktrin sering kali digunakan untuk membangun narasi tentang “musuh bersama,” baik dalam bentuk individu, kelompok, atau ideologi yang berbeda.

·         Penyebaran Informasi Terbatas: Dalam masyarakat yang dikontrol secara ketat, akses terhadap informasi sering kali dibatasi, hanya memungkinkan satu narasi dominan berkembang.

4. Efek Doktrin terhadap Kehidupan Sehari-hari Doktrin yang diterima tanpa pertanyaan dapat membawa dampak negatif yang besar:

·         Ketidakadilan Sosial: Sebagian kelompok masyarakat mendapatkan hak istimewa sementara kelompok lainnya mengalami diskriminasi.

·         Ketergantungan pada Sistem yang Tidak Adil: Individu yang telah lama terpengaruh doktrin cenderung sulit keluar dari sistem yang menindas mereka.

·         Hilangnya Kemampuan Berpikir Kritis: Masyarakat yang tidak terbiasa mempertanyakan ajaran yang diterima cenderung menjadi pasif dan mudah dimanipulasi.

5. Membangun Kesadaran Kritis Untuk membebaskan diri dari pengaruh doktrin yang manipulatif, kita perlu:

·         Pendidikan yang Membuka Ruang Diskusi: Sistem pendidikan harus memberikan ruang bagi siswa untuk berpikir kritis dan mempertanyakan informasi yang mereka terima.

·         Menganalisis Informasi Secara Mandiri: Belajar memahami konteks historis dan politik dari doktrin yang diterima.

·         Mendukung Kebebasan Berpendapat: Hak untuk menyampaikan pendapat tanpa takut diintimidasi adalah bagian dari membangun masyarakat yang sehat.

6. Menuju Masyarakat yang Adil dan Sejahtera Untuk menciptakan masyarakat yang adil dan sejahtera, kita harus bekerja bersama untuk:

·         Melawan Praktik Manipulatif: Mengungkap kepalsuan dalam narasi yang digunakan untuk menindas kelompok tertentu.

·         Membangun Sistem yang Transparan: Mendorong pemerintahan dan institusi untuk bersikap terbuka dan bertanggung jawab.

·         Membentuk Kesadaran Kolektif: Menggunakan media dan teknologi untuk mendidik masyarakat tentang hak-hak mereka dan pentingnya berpikir kritis.

Kesimpulan Masyarakat yang sadar dan berani mempertanyakan doktrin yang diterima begitu saja akan lebih sulit dimanipulasi. Keadilan dan kesejahteraan hanya dapat terwujud ketika kita berani menelusuri jejak manipulasi yang telah lama mengakar dan mulai membangun sistem yang lebih adil untuk semua. Kesadaran adalah kunci utama dalam perjalanan menuju kebebasan berpikir dan kehidupan yang lebih baik.

Selasa, 25 Maret 2025

Membongkar Doktrin yang Dikemas dalam Agama: Jalan Menuju Keadilan dan Kesejahteraan

Kata Kunci Utama: doktrin agama, keadilan sosial, kesejahteraan masyarakat, Max Horkheimer, Theodor Adorno

Pendahuluan

Sejarah menunjukkan bahwa agama sering kali menjadi alat kekuasaan untuk mengontrol masyarakat. Dalam teori Max Horkheimer dan Theodor Adorno, dijelaskan bagaimana doktrin yang dikemas dalam agama bisa menjadi instrumen manipulasi yang memperkuat ketimpangan sosial. Namun, apakah ini berarti agama adalah sesuatu yang buruk? Tidak selalu. Yang kita perlu pahami adalah bagaimana mengidentifikasi dan melawan bentuk-bentuk manipulasi ini.

Doktrin dalam Agama dan Kontrol Sosial

Berbagai bentuk doktrin dalam agama sering kali mengajarkan kepatuhan tanpa kritisisme. Hal ini menyebabkan masyarakat menerima kondisi yang tidak adil sebagai "takdir." Dalam konteks politik dan ekonomi, ini bisa menjadi alat ampuh untuk melanggengkan kekuasaan.

Menghubungkan dengan Keahlian Saya

Sebagai seorang akademisi, teknisi, petani, dan politisi, saya telah melihat bagaimana struktur ini bekerja di berbagai bidang. Dari industri hingga pemerintahan, ada pola yang terus berulang. Kita harus memahami pola ini agar bisa membangun strategi perlawanan yang efektif.

Solusi: Kesadaran, Kemandirian, dan Kolaborasi

Perlawanan terhadap sistem ini tidak cukup hanya dengan protes atau kritik. Kita membutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif:

  • Kesadaran: Mendidik diri sendiri dan masyarakat tentang struktur kekuasaan.
  • Kemandirian: Mengembangkan ekonomi mandiri agar tidak bergantung pada sistem yang menindas.
  • Kolaborasi: Membangun jaringan komunitas yang berdaya dan mampu menciptakan perubahan nyata.

Kesimpulan

Doktrin yang dikemas dalam agama bukanlah sesuatu yang bisa kita tolak mentah-mentah. Namun, kita harus kritis dalam memahaminya. Dengan membangun kesadaran, kemandirian, dan kolaborasi, kita bisa menuju masyarakat yang lebih adil dan sejahtera.

Jika Anda ingin terus mendalami pemikiran ini, ikuti saya di media sosial dan baca lebih banyak di blog saya!

Pelatihan Pengelasan

 























Rabu, 16 Mei 2018

Soal Fisika kelas X SMK UAS Genap (UKK)


1. Benda yang kelebihan elektron akan bermuatan ....
a. negatif
b. positif
c. netral
d. Positron


2. Inti atom terdiri atas ....
a. proton dan elektron
b. proton dan neutron
c. neutron dan elektron
d. proton, neutron, dan elektron


3. Muatan yang beredar mengelilingi inti atom di sebut ....
a. elektron
b. proton
c. neutron
d. Positron


4. Benda X bermuatan positif dan benda Y bermuatan negatif. Jika kedua benda saling berdekatan maka ....
a. benda X dan Y akan tarik-menarik
b. benda X dan Y akan tolak-menolak
c. benda X menolak benda Y
d. benda X dan Y tidak terjadi interaksi


5. Benda di katakan bermuatan positif jika ....
a. dapat menarik benda lain
b. kekurangan proton
c. kelebihan elektron
d. kekurangan elektron


6. Kaca yang semula netral setelah di gosok dengan kain sutra akan ....
a. kekurangan elektron
b. kelebihan elektron
c. mempunyai jumlah elektron dan proton sama
d. kekurangan neutron


7. Benda di katakan netral jika ....
a. jumlah proton lebih banyak dari pada elektron
b. jumlah elektron lebih banyak dari pada proton
c. jumlah proton sama dengan jumlah elektron
d. jumlah neutron sama dengan jumlah proton


8.Berikut ini yang bukan gejala listrik statis adalah ....
a. balon menempel di dinding setelah di gosok kan ke rambut
b. bulu badan tertarik oleh pakaian yang baru saja di periksa
c. kedua telapak tangan terasa panas setelah saling di gosok kan
d. ujung sisir mampu menarik serpihan kertas setelah di gunakan untuk bersisir


9. Gaya tarik atau gaya tolak antara dua muatan yang saling berdekatan di sebut ....
a. gaya lorentz         c. Gaya grafitasi
b. gaya coulomb      d. Gaya magnet





10    Fiberglass di gosok dengan kain sutra di gantung dengan tali. Ebonit yang telah di gosok dengan bulu binatang di dekatkan fiberglass. Interaksi yang benar antara fiberglass dengan ebonit di tunjukkan pada gambar ....
Description: Untuk mempertajam materi listrik statis, berikut soal dan kunci jawaban listrik statis, yang bisa kalian terap kan langsung, ada pun soal dan kunci jawaban nya sebagai berikut...Fiberglass digosok dengan kain sutra digantung dengan tali. Ebonit yang telah digosok dengan bulu binatang didekatkan fiberglass. Interaksi yang benar antara fiberglass dengan ebonit ditunjukkan pada gambar ....Description: Untuk mempertajam materi listrik statis, berikut soal dan kunci jawaban listrik statis, yang bisa kalian terap kan langsung, ada pun soal dan kunci jawaban nya sebagai berikut...Fiberglass digosok dengan kain sutra digantung dengan tali. Ebonit yang telah digosok dengan bulu binatang didekatkan fiberglass. Interaksi yang benar antara fiberglass dengan ebonit ditunjukkan pada gambar ....

Description: Untuk mempertajam materi listrik statis, berikut soal dan kunci jawaban listrik statis, yang bisa kalian terap kan langsung, ada pun soal dan kunci jawaban nya sebagai berikut...Fiberglass digosok dengan kain sutra digantung dengan tali. Ebonit yang telah digosok dengan bulu binatang didekatkan fiberglass. Interaksi yang benar antara fiberglass dengan ebonit ditunjukkan pada gambar ....Description: Untuk mempertajam materi listrik statis, berikut soal dan kunci jawaban listrik statis, yang bisa kalian terap kan langsung, ada pun soal dan kunci jawaban nya sebagai berikut...Fiberglass digosok dengan kain sutra digantung dengan tali. Ebonit yang telah digosok dengan bulu binatang didekatkan fiberglass. Interaksi yang benar antara fiberglass dengan ebonit ditunjukkan pada gambar ....

11. Pemisahan muatan listrik positif mau pun negatif pada benda netral akibat pengaruh benda bermuatan listrik di dekat nya ....
a. induksi elektromagnetik
b. induksi listrik
c. GGL induksi
d. arus induksi

12. Alat yang di gunakan untuk menimbul kan muatan listrik yang besar di sebut ....
a. dinamo
b. generator
c. transformator
d. generator van de graff


Description: Untuk mempertajam materi listrik statis, berikut soal dan kunci jawaban listrik statis, yang bisa kalian terap kan langsung, ada pun soal dan kunci jawaban nya sebagai berikut...Jika elektroskop (alat untuk mengetahui jenis muatan listrik) dalam keadaan netral didekati benda yang bermuatan negatif, daun elektroskop akan ....
Jika elektroskop (alat untuk mengetahui jenis muatan listrik) dalam keadaan netral di dekati benda yang bermuatan negatif, daun elektroskop akan ....
a. membuka, karena kedua daun bermuatan positif
b. membuka, karena kedua daun bermuatan negatif
c. menutup, karena kedua daun bermuatan positif
d. menutup, karena kedua daun bermuatan negatif


13. Sebatang kaca bermuatan positif di dekat kan kepala elektrostop yang bermuatan negatif. Pada elektrostop terjadi ....



a. daun elektrostop bertambah mekar
b. daun elektrostop menguncup
c. dinding elektrostop bermuatan positif

d. bunga api terbentuk antara batang kaca dengan kepala elektrostop

14. Sebatang plastik bermuatan negatif di dekatkan elektrostop bermuatan negatif. Jika kepala elektrostop di sentuh dengan jari maka ....
a. daun elektrostop kembali seperti semula
b. daun elektrostop bertambah mekar
c. daun elektrostop tidak berubah
d. daun elektrostop menguncup


15. Salah satu faktor yang mempengaruhi besar nya gaya Coulomb adalah ....
a. jarak kedua muatan
b. jenis kedua muatan
c. arah kedua muatan
d. bentuk kedua muatan


16. Gambar berikut yang menunjuk kan induksi listrik yang benar adalah ....
Description: Untuk mempertajam materi listrik statis, berikut soal dan kunci jawaban listrik statis, yang bisa kalian terap kan langsung, ada pun soal dan kunci jawaban nya sebagai berikut...Gambar berikut yang menunjuk kan induksi listrik yang benar adalah ....


19. Dua muatan masing -masing sebesar 6 x 10^-6 C terpisah pada jarak 3 mm. Gaya interaksi yang timbul sebesar .... ( k = 9 x 10^9 Nm^2/C^2 )
a. 36 N
b. 108 N
c. 3,6 x 10^4 N
d. 1,08 x 10^5 N


20 .Pernyataan berikut yang tidak menerang kan muatan listrik statis dengan benar adalah ....
a. bahan yang netral memiliki jumlah muatan positif dan negatif yang sama
b. muatan listrik statis tidak dapat mengalir secara bebas
c. bahan netral yang kehilangan elektron akan bermuatan negatif
d. pemindahan elektron terjadi pada benda netral yang di gosok


21. Sebuah kawat berarus listrik I diletakkan diantaran dua kutub magnet utara dan selatan seperti gambar disamping.

Description: Induksi magnetik
Arah gaya Lorentz pada kawat adalah...

A. masuk bidang kertas
B. keluar bidang kertas
C. menuju kutub utara magnet
D. menuju kutub selatan magnet


E. dari

22.Perhatikan gambar!
Description: Induksi magnetik
Suatu penghantar dialiri arus listrik I = 9 A. Jika jari-jari kelengkungan R = 2π cm dan µ0 = 4π . 10-7 Wb/A.m maka besar induksi magnetik dititik P adalah...
A. 3 . 10-5 T
B. 5 . 10-5 T
C. 9 . 10-5 T
D. 12 . 10-5 T
E. 15 . 10-5 T

23.Sebuah muatan positif bergerak memotong medan magnet homogen secara tegak lurus. Gambar yang benar tentang arah gaya magnet, kecepatan dan medan magnet adalah... b

Description: Induksi magnetik




24 .Sebuah kawat lurus dialiri arus listrik 5 A seperti gambar
 (µ0 = 4π . 10-7Wb/A.m)
Description: Induksi magnetik
Besar dan arah induksi magnetik di titik P adalah...

A. 4 . 10-5 T ke kanan
B.  4 . 10-5 T ke kiri
C.  5 . 10-5 T tegak lurus menuju bidang kertas
D. 5 . 10-5 T tegak lurus menjauhi bidang kertas
E.  9 . 10-5 T tegak lurus menjauhi bidang kertas










Kunci jawaban
1        a. negatif.
2        d. proton, neutron, dan elektron
3        a. elektron
4        a. benda X dan Y akan tarik menarik
5        d. kekurangan elektron
6        b. kelebihan elektron
7        c. jumlah proton dan sama dengan jumlah elektron
8        b. bulu badan tertarik oleh pakaian yang baru saja di
9        b. gaya coulomb
10      d.
11      b. induksi listrik
12      b. generatot
13      b. membuka, karena kedua daun bermuatan negatif.
14      b. daun elektroskop menguncup
15      d. daun elektrostop menguncup
16      b. jenis kedua muatan
17      b.
18      c. partikel - partikel awan bergesekan dengan partikel udara
19      c. 3,6 x 10^4 N
20      c. bahan netral yang kehilangan elektron akan bermuatan negatif

25 .Seutas kawat panjang berarus listrik I tampak seperti gambar.
Description: Induksi magnetik
Jika induksi magnetik di P adalah B, maka induksi magnetik dititik Q adalah...
A. 3B                                       C. B                      E. 1/3

B. 2B                                       D. ½ B

26 .Kawat dialiri arus listrik I seperti pada gambar!
Description: Induksi magnetik
Pernyataan sesuai gambar di atas induksi magnetik di titik P akan:
(1) sebanding kuat arus I
(2) sebanding 1/a
(3) tergantung arah arus listrik I
Pernyataan yang benar adalah ...
A. 1, 2 dan 3
B. 1 dan 2
C. 1 dan 3
D. hanya 1 saja
E. hanya 2 saja


27 .Perhatikan gambar kawat yang dialiri arus berikut.
Description: Induksi magnetik

Besar induksi magnetik di titik P adalah..( µ0 = 4π . 10-7 Wb/A.m)
A.  0,5π . 10-5 T
B.   π . 10-5 T
C.  1,5π . 10-5 T
D.  2,0π . 10-5 T
E.  3,0π . 10-5 T

28. Suatu selenoida panjang 2 meter dengan 800 lilitan dan jari-jari 2 cm. Jika selenoida itu dialiri arus sebesar 0,5 A, tentukan induksi magnetik di ujung selenoida? .. ( µ0 = 4π . 10-7 Wb/A.m)
A. 4π . 10-5 T
B.  8π . 10-7 T
C.  4π . 10-6 T
D. 8π . 10-5 T
E.  2π . 10-4 T

29. Sebuah elektron bergerak dari A dengan kecepatan v memasuki medan magnet homogen B secara tegak lurus.

Description: Gaya magnetik
Salah satu lintasan yang mungkin dilalui elektron adalah...
A. Mengikuti lintasan I
B. Mengikuti lintasan II
C. Mengikuti lintasan III
D. Masuk ke bidang gambar
E. Keluar dari bidang gambar

30.
30. Dua kawat sejajar yang berjarak 1 m satu sama lain dialiri arus listrik masing-masing 1 A dengan arah yang sama. Diantara kedua kawat akan terjadi...
A. Gaya tarik menarik sebesar 4 . 107 N/m
B.  Gaya tolak menolak sebesar 2 . 107 N/m
C.  Gaya tarik menarik sebesar 2 . 107 N/m
D. Gaya terik menarik sebesar 2 . 10-7 N/m
E.  Gaya tolak menolak sebesar 2 . 10-7 N/m